Translate

Selasa, 24 April 2018


BUDIDAYA BAWANG MERAH

SYARAT TUMBUH BAWANG MERAH

      Tumbuh baik pada dataran rendah s/d dataran tinggi 0-1200 m  dpl, ketinggian optimal             10-250 m dpl.
      Tekstur tanah lempung berpasir, konsistensi gembur, tidak tergenang air dan drainase baik.
      pH Tanah : 5,5 – 6,5
ü  pH < 5,5 : AL terlarut bersifat  racun, tumbuh tanaman kerdil.
ü  pH > 6,5 : Garam mangan (Mn) tidak dapat diserap bawang, sehingga umbi kecil.   
      Varietas unggul
ü  Maja Cipanas :umur 60 hr, produktivitas                10,3 ton/ha
ü  Bima Brebes   : umur 60 hr, produktivitas                  10 ton/ha
ü  Keling : umur 70 hr, produktivitas   8 ton/ha
ü  Medan : umur  ? hr, produktivitas  7,4 ton/ha
      Benih :
ü  Benih sebagai bahan tanam : umbi, biji
ü  Umumnya menggunakan umbi, jarang sekali biji karena sulit diperoleh.
ü  Umbi langsung di tanam ke pertanaman, tanpa melalui pesemaian
ü  Ciri-ciri umbi yang baik sebagai benih
      Apabila Daya kecambahnya 90 %, maka Cadangan disiapkan 10 %
      Jadi keperluan benih yang harus disediakan :
o   gram + (10 % x 1.000.000 gram ) =
o   1100000 gram atau 1100 kg atau 1,1 ton
      Persiapan lahan
ü  Lahan pertanaman sebaiknya dipersiapkan sejak bulan april. Setelah tanaman padi (lahan sawah beririgasi).
ü  Pada lahan yang agak miring, saluran air dibuat searah kemiringan lahan (untuk mempercepat pengeringan), juga dibuat saluran pemotong.
ü  Setelah tanah dicangkul, dibuat bedengan-bedengan (lebar 1- 1,5 m ; panjang sepanjang lahan), saluran air antar bedengan (lebar 30 – 35 cm, dalam 30 – 40 cm), saluran pemotong/ pembuang (dalam lebih kurang 50 cm).
      Penanaman
ü  Satu hari sebelum ditanam, sebaiknya bagian ujung umbi dipotong lebih kurang ¼ bagian, untuk merangsang tumbuhnya umbi samping dan mempercepat pertumbuhan tunas.
ü  Umbi dimasukkan ke dalam lubang tanam, dengan gerakan seperti memutar sekrup, sehingga ujung umbi nampak rata dengan permukaan tanah (ditutup tanah tipis).
ü  Jarak tanam     :   15 x 15 cm,  20 x 20 cm, 20 x 15 cm dan 20 x 10 cm
      Pemupukan
ü   Apabila pH tanah rendah (keasaman tinggi) perlu diberi kapur.
ü   pH 5,0 – 5,5  diberi kapur dosis: 1 – 2 ton/ha
ü   Pemberian kapur pada saat pengolahan bedengan (½ bulan sebelum tanam) = ada masa inkubasi.
o   Kapur Tohor : kapur yang dibuat melalui proses pembakaran yang disebut juga kapur sirih : Ca0.
o   Kapur Karbonat : Kapur yang berasal dari batuan kapur yang langsung digiling, ada dua :
o   1. Kalsit, bahan baku lebih banyak mengandung        kalsium karbonat : Ca C0.
o   2. Dolomit, bahan baku lebih banyak Magnesium (Mg) :  Ca Mg (C0).
o   Kapur Tembok : Kapur bakar seperti kapur tohor, tetapi dengan penambahan air batuan kapur, atau dikenal dengan kapur Hidroksida :  Ca (0H)
·         Pemupukan.
v  Dosis per hektar :
            N = 90 – 180 kg/ha (Urea = 200 – 400 kg/ha)
     Urea (45 % N) = 100/45 x 90 kg = 200 kg/ha
           
            P0 = 90 – 150 kg/ha (TSP = 200 – 300 kg/ha)
     TSP (46 % P0) = 100/46 x 90 kg = 195,6 kg/ha
           
            K0 = 50 – 100 kg/ha (KCl = 100 – 200 kg/ha)
     KCl (60% K0) = 100/60 x 50 kg = 83,3 kg/ha
NPK  majemuk  =   675 – 900 kg/ha atau
                                                     300 – 400 kg/ha
·         Penyiraman
ü  Dimulai setelah umbi ditanam (cukup 1xsehari) sampai daun pertama muncul.
ü  Selesai dipupuk disiram 2 x sehari.
Tanah yang terlalu padat akibat penyiraman supaya digemburkan, lebih-lebih setelah umbi mulai tampak, sekaligus membasmi rumput

ü  Penyiangan untuk membuang rumput pengganggu. Sebaiknya dicabut saja, karena akar masih dangkal.
ü  Setelah disiang dilakukan pendangiran, setelah itu dipupuk susulan Nitrogen (N), kemudian dilakukan pembumbunan (umur 2 -4 minggu setelah tanam).
ü  Semua kegiatan di atas dihentikan 1 bulan sebelum panen.

·         Pemotongan tangkai bunga
ü  Pada daerah dataran tinggi (misalnya di Lembang), pada umur 35 hari setelah tanam, tangkai bunga muncul. Tangkai ini dipotong, dengan tujuan supaya:
     pertumbuhan anakan banyak, dan
     hasil umbi lebih besar. 
·         Panen

·         Umur panen antara 60 – 90 hari
·         Ciri-ciri panen :
ü  60 – 70 % daun menguning dan hampir 60 – 90 % leher batangnya lemas
ü  2. Umbi lapis sudah kelihatan penuh (padat) berisi dan tersembul sebagian di atas                 tanah
ü  Warna kulit mengkilap atau memerah, tergantung varietas
ü  Umbi yang dipanen terlalu muda akan cepat susut dan kropos swaktu penyimpanan.
ü  Untuk bibit, pemanenan setelah 80 – 90 % batang lemas dan daun menguning.
ü  Panen supaya dilakukan pada saat tanah kering, untuk mencegah busuk umbi.
ü  Cara panen dengan mencabut rumpun tanaman beserta batangnya.
ü  Pada pertanaman yang baik menghasilkan  10 – 21 ton umbi basah / hektar .Panen
·         Setelah panen  dilakukan penjemuran
ü  Penjemuran dengan alas anyaman bambu ( gedeg). Penjemuran pertama selama 5-7 hari dengan bagian daun menghadap ke atas, tujuannya mengeringkan daun.
ü  Penjemuran kedua selama 2-3 hari dengan umbi menghadap ke atas, tujuannya untuk mengeringkan bagian umbi dan sekaligus dilakukan pembersihan umbi dari sisa kotoran atau kulit terkelupas dan tanah yang terbawa dari lapangan.
ü  Kadar air 80 – 85 % baru disimpan di gudang.
ü  Penyimpanan, ikatan bawang merah digantungkan pada rak-rak bambu. Aerasi diatur dengan baik, suhu gudang 26-29oC kelembaban 70-80%.
ü  Menjaga sanitasi gudang, jika ada umbi yang berjamur dikumpulkan untuk dimusnahkan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar