BUDIDAYA BAWANG MERAH
SYARAT TUMBUH BAWANG MERAH
• Tumbuh baik
pada dataran rendah s/d dataran tinggi 0-1200 m
dpl, ketinggian optimal
10-250 m dpl.
• Tekstur
tanah lempung berpasir, konsistensi gembur, tidak tergenang air dan drainase
baik.
• pH Tanah :
5,5 – 6,5
ü
pH < 5,5
: AL terlarut bersifat racun, tumbuh
tanaman kerdil.
ü
pH > 6,5
: Garam mangan (Mn) tidak dapat diserap bawang, sehingga umbi kecil.
• Varietas
unggul
ü Maja Cipanas :umur 60 hr, produktivitas 10,3 ton/ha
ü Bima Brebes
: umur 60 hr, produktivitas 10 ton/ha
ü Keling : umur 70 hr, produktivitas 8 ton/ha
ü Medan : umur
? hr, produktivitas 7,4 ton/ha
• Benih :
ü Benih
sebagai bahan tanam : umbi, biji
ü Umumnya
menggunakan umbi, jarang sekali biji karena sulit diperoleh.
ü Umbi
langsung di tanam ke pertanaman, tanpa melalui pesemaian
ü Ciri-ciri
umbi yang baik sebagai benih
• Apabila
Daya kecambahnya 90 %, maka Cadangan disiapkan 10 %
• Jadi
keperluan benih yang harus disediakan :
o gram +
(10 % x 1.000.000 gram ) =
o 1100000
gram atau 1100 kg atau 1,1 ton
• Persiapan
lahan
ü Lahan
pertanaman sebaiknya dipersiapkan sejak bulan april. Setelah tanaman padi
(lahan sawah beririgasi).
ü Pada
lahan yang agak miring, saluran air dibuat searah kemiringan lahan (untuk
mempercepat pengeringan), juga dibuat saluran pemotong.
ü Setelah
tanah dicangkul, dibuat bedengan-bedengan (lebar 1- 1,5 m ; panjang sepanjang
lahan), saluran air antar bedengan (lebar 30 – 35 cm, dalam 30 – 40 cm),
saluran pemotong/ pembuang (dalam lebih kurang 50 cm).
• Penanaman
ü Satu
hari sebelum ditanam, sebaiknya bagian ujung umbi dipotong lebih kurang ¼
bagian, untuk merangsang tumbuhnya umbi samping dan mempercepat pertumbuhan
tunas.
ü Umbi
dimasukkan ke dalam lubang tanam, dengan gerakan seperti memutar sekrup, sehingga
ujung umbi nampak rata dengan permukaan tanah (ditutup tanah tipis).
ü
Jarak tanam
: 15 x 15 cm, 20 x 20 cm, 20 x 15 cm dan 20 x 10 cm
• Pemupukan
ü
Apabila pH tanah rendah (keasaman tinggi) perlu
diberi kapur.
ü
pH 5,0 – 5,5
diberi kapur dosis: 1 – 2 ton/ha
ü
Pemberian kapur pada saat pengolahan bedengan
(½ bulan sebelum tanam) = ada masa inkubasi.
o Kapur Tohor : kapur yang dibuat melalui proses pembakaran
yang disebut juga kapur sirih : Ca0.
o Kapur Karbonat : Kapur
yang berasal dari batuan kapur yang langsung digiling, ada dua :
o 1. Kalsit,
bahan baku lebih banyak mengandung kalsium
karbonat : Ca C0₃.
o 2. Dolomit,
bahan baku lebih banyak Magnesium (Mg)
: Ca Mg (C0₃)₂.
o Kapur Tembok : Kapur bakar seperti kapur tohor, tetapi
dengan penambahan air batuan kapur, atau dikenal dengan kapur Hidroksida : Ca (0H)₂
·
Pemupukan.
v
Dosis per hektar :
N
= 90 – 180 kg/ha (Urea = 200 – 400 kg/ha)
–
Urea (45 % N) = 100/45 x 90 kg = 200
kg/ha
P₂0₅ = 90 –
150 kg/ha (TSP = 200 – 300 kg/ha)
–
TSP (46 % P₂0₅) =
100/46 x 90 kg = 195,6 kg/ha
K₂0 = 50 –
100 kg/ha (KCl = 100 – 200 kg/ha)
–
KCl (60% K₂0) = 100/60 x 50 kg = 83,3 kg/ha
NPK
majemuk = 675 – 900 kg/ha atau
300 – 400 kg/ha
·
Penyiraman
ü
Dimulai setelah umbi ditanam (cukup 1xsehari)
sampai daun pertama muncul.
ü
Selesai dipupuk disiram 2 x sehari.
Tanah yang terlalu padat akibat penyiraman
supaya digemburkan, lebih-lebih setelah umbi mulai tampak, sekaligus membasmi
rumput
ü
Penyiangan untuk membuang rumput pengganggu.
Sebaiknya dicabut saja, karena akar masih dangkal.
ü
Setelah disiang dilakukan pendangiran, setelah
itu dipupuk susulan Nitrogen (N), kemudian dilakukan pembumbunan (umur 2 -4
minggu setelah tanam).
ü
Semua kegiatan di atas dihentikan 1 bulan
sebelum panen.
·
Pemotongan tangkai bunga
ü
Pada daerah dataran tinggi (misalnya di
Lembang), pada umur 35 hari setelah tanam, tangkai bunga muncul. Tangkai ini
dipotong, dengan tujuan supaya:
–
pertumbuhan anakan banyak, dan
–
hasil umbi lebih besar.
·
Panen
·
Umur panen antara 60 – 90 hari
·
Ciri-ciri panen :
ü
60 – 70 % daun menguning dan hampir 60 – 90 %
leher batangnya lemas
ü
2. Umbi lapis sudah kelihatan penuh (padat)
berisi dan tersembul sebagian di atas
tanah
ü
Warna kulit mengkilap atau memerah, tergantung
varietas
ü
Umbi yang dipanen terlalu muda akan cepat susut
dan kropos swaktu penyimpanan.
ü
Untuk bibit, pemanenan setelah 80 – 90 % batang
lemas dan daun menguning.
ü
Panen supaya dilakukan pada saat tanah kering,
untuk mencegah busuk umbi.
ü
Cara panen dengan mencabut rumpun tanaman
beserta batangnya.
ü
Pada pertanaman yang baik menghasilkan 10 – 21 ton umbi basah / hektar .Panen
·
Setelah panen
dilakukan penjemuran
ü
Penjemuran dengan
alas anyaman bambu ( gedeg). Penjemuran pertama selama 5-7 hari dengan bagian
daun menghadap ke atas, tujuannya mengeringkan daun.
ü
Penjemuran kedua selama 2-3 hari dengan umbi
menghadap ke atas, tujuannya untuk mengeringkan bagian umbi dan sekaligus
dilakukan pembersihan umbi dari sisa kotoran atau kulit terkelupas dan tanah
yang terbawa dari lapangan.
ü
Kadar air 80 – 85 % baru disimpan di gudang.
ü
Penyimpanan, ikatan bawang merah digantungkan
pada rak-rak bambu. Aerasi diatur dengan baik, suhu gudang 26-29oC
kelembaban 70-80%.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar