Translate

Selasa, 24 April 2018

Biopestisida ekstrak Babadotan


PENDAHULUAN
Latar Belakang
Banyaknya kandungan unsur hara yang ada di dalam lahan pertanian yang ada di lahan dapat dilihat secara sederhana dari penampakan warna tanaman di Lahan. Misalnya ada tanaman yang terlihat hijau sementara yang lainnya terlihat kekuningan. Tanaman hijau menggambarkan bahwa tanah tersebut mempunyaicukup unsur hara. Sedangkan tanaman yang berwarna kuning biasanya menunjukkan bahwa tanah tersebut tidak cukup mempunyai unsur hara.
Untuk memudahkan unsur hara dapat diserap tanah dan tanaman bahan organik dapat dibuat menjadi pupuk cair terlebih dahulu. Pupuk cair menyediakan nitrogen dan unsur mineral lainnya yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman, seperti halnya pupuk nitrogen kimia (Suriadikarta. 2006)
 Setiap tahun ribuan hektar lahan yang subur berkurang akibat penggunaan pupuk kimia. Sungguh ironis, menggunakan racun untuk meningkatkan produksi pangan bagi kehidupan. Tidak heran bila kesehatan dan daya tahan tubuh manusia terus merosot. Penggunaan pupuk organik tidak meninggalkan residu yang membahayakan bagi kehidupan. Pengaplikasiannya mampu memperkaya sekaligus mengembalikan ketersediaan unsur hara bagi tanah dan tumbuhan dengan aman (Suriadikarta. 2006)
Pupuk adalah zat hara yang ditambahkan pada tumbuhan agar berkembang dengan baik sesuai genetis dan potensi produksinya. Pupuk dapat dibuat dari bahan organik ataupun non-organik (sintetis). Pupuk organik bisa dibuat dalam bermacam-macam bentuk meliputi cair, curah, tablet, pelet, briket, atau granul. Pemilihan bentuk ini tergantung pada penggunaan, biaya, dan aspek-aspek pemasaran lainnya. Pupuk organik cair adalah jenis pupuk berbentuk cair tidak padat mudah sekali larut pada tanah dan membawa unsur-unsur penting untuk pertumbuhan tanaman. Pupuk organik cair mempunyai banyak kelebihan diantaranya, pupuk tersebut mengandung zat tertentu seperti mikroorganisme jarang terdapat dalam pupuk organik padat dalam bentuk kering (Syefani dan Lilia dalam Mufida, 2013: 15).
Pupuk organik cair adalah larutan yang berasal dari hasil pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, lotoran hewan, dan manusia yang kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur. Kelebihan dari pupuk organik cair adalah sercara cepat mengatasi defisiensi hara, tidak bermasalah dalam pencucian hara, dan mampu menyediakan hara yang cepat. Dibandingkan dengan pupuk anorganik cair, pupuk organik cair umumnya tidak merusak tanah dan tanaman walaupun digunakan sesering mungkin. Selain itu, pupuk organik cair juga memiliki bahan pengikat sehingga larutan pupuk yang diberikan kepermukaan tanah bisa langsung digunakan oleh tanaman (Hadisuwito, 2007: 14).
Pupuk organik cair mengandung unsur kalium yang berperan penting dalam setiap proses metabolismetanaman, yaitu dalam sintesis asam amino dan protein dari ion-ion ammonium serta berperan dalam memelihara tekanan turgor dengan baik sehingga memungkinkan lancarnya proses-proses metabolisme dan menjamin kesinambungan pemanjangan sel (Purwowidodo 1992)


Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum ini antara lain :
1.      Mahasiswa dapat mengetahui cara pembuatan pupuk cair organik dari berbagai jenis bahan alami yang mudah diperoleh di alam.
2.      Mahasiswa memahami fungsi/peranan pupuk cair organik bagi tanaman.
3.      Mahasiswa memahami proses-proses biokimia yang terjadi pada setiap tahap dalam pembuatan  pupuk cair  organik.












TINJAUAN PUSTAKA
 Pupuk organik merupakan pupuk dengan bahan dasar yang diambil dari alam dengan jumlah dan jenis unsur hara yang terkandung secara alami (Musnamar, 2003). Dapat dikatakan bahwa pupuk organik merupakan salah satu bahan yang sangat penting dalam upaya memperbaiki kesuburan tanah secara aman, dalam arti produk pertanian yang dihasilkan terbebas dari bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia sehingga aman dikonsumsi. Secara kualitatif, kandungan unsur hara dalam pupuk organik tidak dapat lebih unggul daripada pupuk anorganik. Namun penggunaan pupuk organik secara terus-menerus dalam rentang waktu tertentu akan menjadikan kualitas tanah lebih baik dibanding penggunaan pupuk anorganik (Musnamar, 2003).
Selain itu penggunaan pupuk organik tidak akan meninggalkan residu pada hasil tanaman sehingga aman bagi kesehatan manusia. Bahkan produk-produk yang dihasilkan akan diterima negara-negara yang mensyaratkan ambang batas residu yang sudah diberlakukan pada produk tertentu seperti teh dan kopi. Saat ini ada beberapa jenis pupuk organik sebagai pupuk alam berdasarkan bahan dasarnya, yaitu pupuk kandang, kompos, humus, pupuk hijau, dan pupuk mikroba (Musnamar, 2003).
Banyaknya kandungan unsur hara yang ada di dalam lahan pertanian yang ada di lahan dapat dilihat secara sederhana dari penampakan warna tanaman di Lahan. Misalnya ada tanaman yang terlihat hijau sementara yang lainnya terlihat kekuningan. Tanaman hijau menggambarkan bahwa tanah tersebut mempunyaicukup unsur hara. Sedangkan tanaman yang berwarna kuning biasanya menunjukkan bahwa tanah tersebut tidak cukup mempunyai unsur hara.
Untuk memudahkan unsur hara dapat diserap tanah dan tanaman bahan organik dapat dibuat menjadi pupuk cair terlebih dahulu. Pupuk cair menyediakan nitrogen dan unsur mineral lainnya yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman, seperti halnya pupuk nitrogen kimia (Musnawar, 2003)
Pupuk organik cair adalah larutan yang berasal dari hasil pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, lotoran hewan, dan manusia yang kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur. Kelebihan dari pupuk organik cair adalah sercara cepat mengatasi defisiensi hara, tidak bermasalah dalam pencucian hara, dan mampu menyediakan hara yang cepat. Dibandingkan dengan pupuk anorganik cair, pupuk organik cair umumnya tidak merusak tanah dan tanaman walaupun digunakan sesering mungkin. Selain itu, pupuk organik cair juga memiliki bahan pengikat sehingga larutan pupuk yang diberikan kepermukaan tanah bisa langsung digunakan oleh tanaman (Hadisuwito, 2007).
Pupuk organik cair mengandung unsur kalium yang berperan penting dalam setiap proses metabolismetanaman, yaitu dalam sintesis asam amino dan protein dari ion-ion ammonium serta berperan dalam memelihara tekanan turgor dengan baik sehingga memungkinkan lancarnya proses-proses metabolisme dan menjamin kesinambungan pemanjangan sel (Purwowidodo 1992)
Pupuk organik bukan hanya berbentuk padat dapat berbentuk cair seperti
pupuk anorganik. Pupuk cair sepertinya lebih mudah di manfaatkan oleh tanaman
karena unsur-unsur di dalamnya sudah terurai dan tidak dalam jumlah yang terlalu banyak sehingga manfaatnya lebih cepat terasa. Bahan baku pupuk cair dapat berasal dari pupuk padat dengan perlakuan perendaman. Setelah beberapa minggu dan melalui beberapa perlakuan, air rendaman sudah dapat digunakan sebagai pupuk cair (Pranata, 2004).
Banyaknya kandungan unsur hara yang ada di dalam lahan pertanian yang ada di lahan dapat dilihat secara sederhana dari penampakan warna tanaman di Lahan. Misalnya ada tanaman yang terlihat hijau sementara yang lainnya terlihat kekuningan. Tanaman hijau menggambarkan bahwa tanah tersebut mempunyaicukup unsur hara. Sedangkan tanaman yang berwarna kuning biasanya menunjukkan bahwa tanah tersebut tidak cukup mempunyai unsur hara.
Untuk memudahkan unsur hara dapat diserap tanah dan tanaman bahan organik dapat dibuat menjadi pupuk cair terlebih dahulu. Pupuk cair menyediakan nitrogen dan unsur mineral lainnya yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman, seperti halnya pupuk nitrogen kimia(Pranata, 2004)









BAHAN DAN METODE
Bahan
Bahan dalam praktikum ini adalah :
1.      Gulma babadotan 1 kg
2.      Air kelapa 1 liter
3.      Bintil akar legum 1 kg (Rizobium)
4.      Gula pasir 10 sendok
Alat
            Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.      Ember.
2.      Tumbukan (lesung)
3.      Pisau

Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilakukan pada hari Senin, 5 Desember 2016. Pada pukul 07.30 - selesai. Tempat di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.

Prosedur kerja
            Prosedur kerja dalam praktikum adalah sebagai berikut :
1.      Menyediakan alat dan bahan.
2.      Mencuci babadotan dan bintil akar, kemudian ditumbuk halus.
3.      Memasukan air kelapa yang dicampur dengan gula pasir kedalam ember dan diaduk hingga merata.
4.      Kemudian Memasukan hasil tumbukan gulma babadotan dan bintil akar legumke dalam larutan yang ada di dalam ember, kemudian diaduk hingga merata.
5.      Ember ditutup rapat dan diamkan selama lebih kurang 2-3minggu.
6.      Hasil cairan disaring dan siap diaplikasikan.

















HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Hasil dari praktikum ini berupa gambarproses pembuatan biopestisida yang dapat dilihat pada beberapa tabel berikut :
Tabel. Proses Pembuatan Pupuk Cair Organik
No
Keterangan
Gambar
1
Menyiapkan bahan.
2
Menyiapkan alat.
3
Menghaluskan bahan bahan yang akan digunakan sebagai pupuk cair organik .
4
Mencampurkan semua bahan yang telah dihaluskan dengan air dan sepuluh sendok gula kemudian diaduk sampai merata.
5
Hasil cairan di diamkan selama 2-3minggu
Pembahasan
Pupuk organik merupakan pupuk yang bahannya berasal dari bahan organik seperti: tanaman, hewan ataupun limbah organik. Bahan-bahan yang dapat digunakan sebagai pupuk organik misalnya: jerami, tanaman perdu, tanaman legum, sekam, bekas gergajian kayu, dll. Pupuk organik menjadi bahan untuk perbaikan struktur tanah yang terbaik dan alami. Pemberian pupuk organik pada tanah akan memperbaiki struktur tanah dan menyebabkan tanah mampu mengikat air lebih banyak.
Pupuk organik memiliki ciri-ciri umum memiliki kandungan hara rendah, namun  kandungan hara bervaraiasi tergantung bahan yang digunakan; ketersediaan unsur hara lambat, hara tidak dapat langsung diserap oleh tanaman, memerlukan perobakan atau dikomposisi baru dapat terserap oleh tanaman; jumlah hara tersedia dalam jumlah yang terbatas.
Meski memiliki kelemahan pupuk organik mempunyai banyak kelebihan dan keuntungan. Penggunaan pupuk organik membuat tanah menjadi gembur sehingga mudah terjadi sirkulasi udara dan mudah ditembus perakaran tanaman. Untuk tanah yang bertekstur pasiran bahan organik akan meningkatkan pengikatan antar partikel tanah dan meningkatkan kemampuan mengikat air. Selain memperbaiki sifat fisik tanah pupuk organik juga memperbaiki sifat kimia tanah, yaitu dengan membantu proses pelapukan  bahan mineral. Bahan organik juga memberikan makanan bagi kehidupan mikrobia dalam tanah. Bahan organik dalam tanah mempengaruhi jumlah mikrobia yang ada dalam tanah.
Pupuk organik terdiri dari beberapa jenis, salah satunya adalah pupuk cair. Pupuk cair merupakan pupuk organik yang berbentuk cair yang digunakan untuk menyuburkan tanah/ memberikan unsur hara bagi tanaman.  Pupuk cair terbuat dari bahan – bahan yang berasal dari alam seperti hijauan dan kotoran ternak yang difermentasi atau dilarutkan dalam air. Dalam pembuatannya, biasanya ada jenis pupuk cair yang difermentasi / diperam dengan menggunakan EM4. EM4 dalam pembuatan pupuk cair berperan sebagai bahan pengurai sehingga bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuk dapat terurai dengan cepat, sedangkan gula yang ditambahkan dalam pembuatan pupuk cair berperan sebagai sumber energi/ bahan makanan bagi mikroorganisme yang terdapat dalam larutan EM4.
Penggunaan pupuk cair dalam kegiatan pemupukan tanaman akan memberikan beberapa manfaat, diantaranya yaitu pupuk cair lebih mudah terserap oleh tanamn karena unsur-unsur di dalamnya sudah terurai. Tanaman menyerap hara terutama melalui akar, namun daun juga punya kemampuan menyerap hara. Sehingga ada manfaatnya apabila pupuk cair tidak hanya diberikan di sekitar tanaman, tapi juga di atas daun-daun. Penggunaan pupuk cair lebih memudahkan pekerjaan, dan penggunaan pupuk cair berarti kita melakukan tiga macam proses dalam sekali pekerjaan, yaitu : Memupuk tanaman, menyiram tanaman dan mengobati tanaman.
Dalam pertumbuhannya tanaman memerlukan tiga unsur hara penting, yaitu nitrogen (N), fosfat (P), dan kalium (K). Peranan utama nitrogen (N) adalah untuk merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan, terutama pada fase vegetatif, khususnya batang, cabang, dan daun. Selain itu, nitrogen pun berperan penting dalam pembentukan hijau daun (klorofil) yang sangat berguna dalam proses fotosintesis. Fungsi lainnya ialah membentuk protein, lemak, dan berbagai persenyawaan organik lainnya. POC dengan unsur hara N
Nitrogen menjadi sangat penting bagi tanaman pada fase vegetatif. Kekurangan hara ini akan menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi lambat. Mula-mula daun menguning dan mengering, lalu rontok. Daun yg menguning diawali dari daun bagian bawah, lalu disusul daun bagian atas.
Pupuk organik cair menggunakan bahan utama gulma babadotan yang banyak mengandung unsur hara N dan bersimbiosis dengan bintil akar legum yang berfungsi sebagai pengikat unsur hara N dengan demikian pupuk organik cair ini berfungsi untuk merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan, terutama pada fase vegetatif, khususnya batang, cabang, dan daun. Untuk pembentukan hijau daun (klorofil) yang sangat berguna dalam proses fotosintesis. Untuk membentuk protein, lemak, dan berbagai persenyawaan organik lainnya.






KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Dari hasil praktikum ini dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut :
1.      Dalam pertumbuhannya tanaman memerlukan tiga unsur hara penting, yaitu nitrogen (N), fosfat (P), dan kalium (K).
2.      Pupuk organik merupakan pupuk yang bahannya berasal dari bahan organik seperti: tanaman, hewan ataupun limbah organik.
3.      Pupuk cair organik merupakan pupuk organik yang berbentuk cair yang digunakan untuk menyuburkan tanah/ memberikan unsur hara bagi tanaman.
4.      Pupuk organik cair menggunakan bahan utama gulma babadotan banyak mengandung unsur hara N sampai 6,66 %.
5.      Fungsi nitrogen (N) bagi tanaman berfungsi merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan, terutama pada fase vegetatif, khususnya batang, cabang, dan daun.
Saran
Jaga keakraban antara praktikan dan asdos. Sebelum mulai praktikum awali do’a dan akhiri do’a.





DAFTAR PUSTAKA.

Purwowidodo 1992. Mikrobiologi Dalam Pertanian. Agronomi Pertanian UNPAR, Palangkaraya.

Syefani dan Lilia dalam Mufida, 2013: 15 Pupuk Organik Cair dan Mikro Organisme Lokal. Jakarta: PT Agromedia Pustaka.

Hadisuwito, 2007: 14. Pupuk Organik Cair sebagai pemicu siklus kehidupan dalam bioreaktor tanaman. Gajah Mada University Yogyakarta.

Suriadikarta. 2006.Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Jawa Barat: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian




Tidak ada komentar:

Posting Komentar