PENDAHULUAN
Latar Belakang
Banyaknya
kandungan unsur hara yang ada di dalam lahan pertanian yang ada di lahan dapat
dilihat secara sederhana dari penampakan warna tanaman di Lahan. Misalnya ada
tanaman yang terlihat hijau sementara yang lainnya terlihat kekuningan. Tanaman
hijau menggambarkan bahwa tanah tersebut mempunyaicukup unsur hara. Sedangkan
tanaman yang berwarna kuning biasanya menunjukkan bahwa tanah tersebut tidak
cukup mempunyai unsur hara.
Untuk memudahkan
unsur hara dapat diserap tanah dan tanaman bahan organik dapat dibuat menjadi
pupuk cair terlebih dahulu. Pupuk cair menyediakan nitrogen dan unsur mineral
lainnya yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman, seperti halnya pupuk
nitrogen kimia (Suriadikarta. 2006)
Setiap tahun ribuan hektar lahan yang subur
berkurang akibat penggunaan pupuk kimia. Sungguh ironis, menggunakan racun
untuk meningkatkan produksi pangan bagi kehidupan. Tidak heran bila kesehatan
dan daya tahan tubuh manusia terus merosot. Penggunaan pupuk organik tidak
meninggalkan residu yang membahayakan bagi kehidupan. Pengaplikasiannya mampu
memperkaya sekaligus mengembalikan ketersediaan unsur hara bagi tanah dan
tumbuhan dengan aman (Suriadikarta. 2006)
Pupuk adalah
zat hara yang ditambahkan pada tumbuhan agar berkembang dengan baik sesuai
genetis dan potensi produksinya. Pupuk dapat dibuat dari bahan organik ataupun
non-organik (sintetis). Pupuk organik bisa dibuat dalam bermacam-macam bentuk
meliputi cair, curah, tablet, pelet, briket, atau granul. Pemilihan bentuk ini
tergantung pada penggunaan, biaya, dan aspek-aspek pemasaran lainnya.
Pupuk
organik cair adalah jenis pupuk berbentuk cair tidak padat mudah sekali larut
pada tanah dan membawa unsur-unsur penting untuk pertumbuhan tanaman. Pupuk
organik cair mempunyai banyak kelebihan diantaranya, pupuk tersebut mengandung
zat tertentu seperti mikroorganisme jarang terdapat dalam pupuk organik padat
dalam bentuk kering (Syefani dan Lilia dalam Mufida, 2013: 15).
Pupuk
organik cair adalah larutan yang berasal dari hasil pembusukan bahan-bahan
organik yang berasal dari sisa tanaman, lotoran hewan, dan manusia yang
kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur. Kelebihan dari pupuk organik
cair adalah sercara cepat mengatasi defisiensi hara, tidak bermasalah dalam
pencucian hara, dan mampu menyediakan hara yang cepat. Dibandingkan dengan
pupuk anorganik cair, pupuk organik cair umumnya tidak merusak tanah dan
tanaman walaupun digunakan sesering mungkin. Selain itu, pupuk organik cair
juga memiliki bahan pengikat sehingga larutan pupuk yang diberikan kepermukaan
tanah bisa langsung digunakan oleh tanaman (Hadisuwito, 2007: 14).
Pupuk
organik cair mengandung unsur kalium yang berperan penting dalam setiap proses
metabolismetanaman, yaitu dalam sintesis asam amino dan protein dari ion-ion
ammonium serta berperan dalam memelihara tekanan turgor dengan baik sehingga
memungkinkan lancarnya proses-proses metabolisme dan menjamin kesinambungan
pemanjangan sel (Purwowidodo 1992)
Tujuan
Praktikum
Tujuan dari
praktikum ini antara lain :
1.
Mahasiswa
dapat mengetahui cara pembuatan pupuk cair organik dari berbagai jenis bahan
alami yang mudah diperoleh di alam.
2.
Mahasiswa
memahami fungsi/peranan pupuk cair organik bagi tanaman.
3.
Mahasiswa
memahami proses-proses biokimia yang terjadi pada setiap tahap dalam
pembuatan pupuk cair organik.
TINJAUAN PUSTAKA
Pupuk organik merupakan pupuk dengan bahan
dasar yang diambil dari alam dengan jumlah dan jenis unsur hara yang terkandung
secara alami (Musnamar, 2003). Dapat dikatakan bahwa pupuk organik merupakan
salah satu bahan yang sangat penting dalam upaya memperbaiki kesuburan tanah
secara aman, dalam arti produk pertanian yang dihasilkan terbebas dari
bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia sehingga aman
dikonsumsi. Secara kualitatif, kandungan unsur hara dalam pupuk organik tidak
dapat lebih unggul daripada pupuk anorganik. Namun penggunaan pupuk organik
secara terus-menerus dalam rentang waktu tertentu akan menjadikan kualitas
tanah lebih baik dibanding penggunaan pupuk anorganik (Musnamar, 2003).
Selain itu
penggunaan pupuk organik tidak akan meninggalkan residu pada hasil tanaman
sehingga aman bagi kesehatan manusia. Bahkan produk-produk yang dihasilkan akan
diterima negara-negara yang mensyaratkan ambang batas residu yang sudah
diberlakukan pada produk tertentu seperti teh dan kopi. Saat ini ada beberapa
jenis pupuk organik sebagai pupuk alam berdasarkan bahan dasarnya, yaitu pupuk
kandang, kompos, humus, pupuk hijau, dan pupuk mikroba (Musnamar, 2003).
Banyaknya
kandungan unsur hara yang ada di dalam lahan pertanian yang ada di lahan dapat
dilihat secara sederhana dari penampakan warna tanaman di Lahan. Misalnya ada
tanaman yang terlihat hijau sementara yang lainnya terlihat kekuningan. Tanaman
hijau menggambarkan bahwa tanah tersebut mempunyaicukup unsur hara. Sedangkan
tanaman yang berwarna kuning biasanya menunjukkan bahwa tanah tersebut tidak
cukup mempunyai unsur hara.
Untuk memudahkan
unsur hara dapat diserap tanah dan tanaman bahan organik dapat dibuat menjadi
pupuk cair terlebih dahulu. Pupuk cair menyediakan nitrogen dan unsur mineral
lainnya yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman, seperti halnya pupuk
nitrogen kimia (Musnawar, 2003)
Pupuk
organik cair adalah larutan yang berasal dari hasil pembusukan bahan-bahan organik
yang berasal dari sisa tanaman, lotoran hewan, dan manusia yang kandungan unsur
haranya lebih dari satu unsur. Kelebihan dari pupuk organik cair adalah sercara
cepat mengatasi defisiensi hara, tidak bermasalah dalam pencucian hara, dan
mampu menyediakan hara yang cepat. Dibandingkan dengan pupuk anorganik cair,
pupuk organik cair umumnya tidak merusak tanah dan tanaman walaupun digunakan
sesering mungkin. Selain itu, pupuk organik cair juga memiliki bahan pengikat
sehingga larutan pupuk yang diberikan kepermukaan tanah bisa langsung digunakan
oleh tanaman (Hadisuwito, 2007).
Pupuk
organik cair mengandung unsur kalium yang berperan penting dalam setiap proses
metabolismetanaman, yaitu dalam sintesis asam amino dan protein dari ion-ion
ammonium serta berperan dalam memelihara tekanan turgor dengan baik sehingga
memungkinkan lancarnya proses-proses metabolisme dan menjamin kesinambungan
pemanjangan sel (Purwowidodo 1992)
Pupuk
organik bukan hanya berbentuk padat dapat berbentuk cair seperti
pupuk
anorganik. Pupuk cair sepertinya lebih mudah di manfaatkan oleh tanaman
karena unsur-unsur
di dalamnya sudah terurai dan tidak dalam jumlah yang terlalu banyak sehingga
manfaatnya lebih cepat terasa. Bahan baku pupuk cair dapat berasal dari pupuk
padat dengan perlakuan perendaman. Setelah beberapa minggu dan melalui beberapa
perlakuan, air rendaman sudah dapat digunakan sebagai pupuk cair (Pranata,
2004).
Banyaknya
kandungan unsur hara yang ada di dalam lahan pertanian yang ada di lahan dapat
dilihat secara sederhana dari penampakan warna tanaman di Lahan. Misalnya ada
tanaman yang terlihat hijau sementara yang lainnya terlihat kekuningan. Tanaman
hijau menggambarkan bahwa tanah tersebut mempunyaicukup unsur hara. Sedangkan
tanaman yang berwarna kuning biasanya menunjukkan bahwa tanah tersebut tidak
cukup mempunyai unsur hara.
Untuk memudahkan
unsur hara dapat diserap tanah dan tanaman bahan organik dapat dibuat menjadi
pupuk cair terlebih dahulu. Pupuk cair menyediakan nitrogen dan unsur mineral
lainnya yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman, seperti halnya pupuk
nitrogen kimia(Pranata, 2004)
BAHAN DAN METODE
Bahan
Bahan dalam
praktikum ini adalah :
1.
Gulma
babadotan 1 kg
2.
Air kelapa 1
liter
3.
Bintil akar
legum 1 kg (Rizobium)
4.
Gula pasir
10 sendok
Alat
Alat yang digunakan dalam praktikum
ini adalah sebagai berikut :
1.
Ember.
2.
Tumbukan
(lesung)
3.
Pisau
Waktu
dan Tempat
Praktikum
ini dilakukan pada hari Senin, 5 Desember 2016. Pada pukul 07.30 - selesai. Tempat
di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.
Prosedur kerja
Prosedur kerja dalam praktikum
adalah sebagai berikut :
1.
Menyediakan
alat dan bahan.
2.
Mencuci
babadotan dan bintil akar, kemudian ditumbuk halus.
3.
Memasukan
air kelapa yang dicampur dengan gula pasir kedalam ember dan diaduk hingga
merata.
4.
Kemudian
Memasukan hasil tumbukan gulma babadotan dan bintil akar legumke dalam larutan
yang ada di dalam ember, kemudian diaduk hingga merata.
5.
Ember
ditutup rapat dan diamkan selama lebih kurang 2-3minggu.
6.
Hasil cairan
disaring dan siap diaplikasikan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Hasil dari praktikum ini berupa gambarproses
pembuatan biopestisida yang dapat dilihat pada beberapa tabel berikut :
Tabel. Proses Pembuatan
Pupuk Cair Organik
|
No
|
Keterangan
|
Gambar
|
|
1
|
Menyiapkan
bahan.
|
![]() |
|
2
|
Menyiapkan
alat.
|
![]() |
|
3
|
Menghaluskan
bahan bahan yang akan digunakan sebagai pupuk cair organik .
|
![]() |
|
4
|
Mencampurkan
semua bahan yang telah dihaluskan dengan air dan sepuluh sendok gula kemudian
diaduk sampai merata.
|
![]() |
|
5
|
Hasil
cairan di diamkan selama 2-3minggu
|
![]() |
Pembahasan
Pupuk organik merupakan pupuk
yang bahannya berasal dari bahan organik seperti: tanaman, hewan ataupun limbah
organik. Bahan-bahan yang dapat digunakan sebagai pupuk organik misalnya:
jerami, tanaman perdu, tanaman legum, sekam, bekas gergajian kayu, dll. Pupuk
organik menjadi bahan untuk perbaikan struktur tanah yang terbaik dan alami.
Pemberian pupuk organik pada tanah akan memperbaiki struktur tanah dan
menyebabkan tanah mampu mengikat air lebih banyak.
Pupuk organik memiliki ciri-ciri umum memiliki kandungan hara rendah,
namun kandungan hara bervaraiasi
tergantung bahan yang digunakan; ketersediaan unsur hara lambat, hara tidak
dapat langsung diserap oleh tanaman, memerlukan perobakan atau dikomposisi baru
dapat terserap oleh tanaman; jumlah hara tersedia dalam jumlah yang terbatas.
Meski memiliki kelemahan pupuk organik mempunyai banyak kelebihan dan
keuntungan. Penggunaan pupuk organik membuat tanah menjadi gembur sehingga
mudah terjadi sirkulasi udara dan mudah ditembus perakaran tanaman. Untuk tanah
yang bertekstur pasiran bahan organik akan meningkatkan pengikatan antar
partikel tanah dan meningkatkan kemampuan mengikat air. Selain memperbaiki
sifat fisik tanah pupuk organik juga memperbaiki sifat kimia tanah, yaitu
dengan membantu proses pelapukan bahan
mineral. Bahan organik juga memberikan makanan bagi kehidupan mikrobia dalam
tanah. Bahan organik dalam tanah mempengaruhi jumlah mikrobia yang ada dalam
tanah.
Pupuk organik terdiri dari beberapa jenis, salah satunya adalah pupuk cair.
Pupuk cair merupakan pupuk organik yang berbentuk cair yang digunakan untuk
menyuburkan tanah/ memberikan unsur hara bagi tanaman. Pupuk cair terbuat dari bahan – bahan yang
berasal dari alam seperti hijauan dan kotoran ternak yang difermentasi atau
dilarutkan dalam air. Dalam pembuatannya, biasanya ada jenis pupuk cair yang
difermentasi / diperam dengan menggunakan EM4. EM4 dalam
pembuatan pupuk cair berperan sebagai bahan pengurai sehingga bahan-bahan yang
digunakan dalam pembuatan pupuk dapat terurai dengan cepat, sedangkan gula yang
ditambahkan dalam pembuatan pupuk cair berperan sebagai sumber energi/ bahan
makanan bagi mikroorganisme yang terdapat dalam larutan EM4.
Penggunaan pupuk cair dalam kegiatan pemupukan tanaman akan memberikan
beberapa manfaat, diantaranya yaitu pupuk cair
lebih mudah terserap oleh tanamn karena unsur-unsur di dalamnya sudah terurai.
Tanaman menyerap hara terutama melalui akar, namun daun juga punya kemampuan
menyerap hara. Sehingga ada manfaatnya apabila pupuk cair tidak hanya diberikan
di sekitar tanaman, tapi juga di atas daun-daun. Penggunaan pupuk cair lebih
memudahkan pekerjaan, dan penggunaan pupuk cair berarti kita melakukan tiga
macam proses dalam sekali pekerjaan, yaitu : Memupuk tanaman, menyiram
tanaman dan mengobati
tanaman.
Dalam
pertumbuhannya tanaman memerlukan tiga unsur hara penting, yaitu nitrogen (N),
fosfat (P), dan kalium (K). Peranan utama nitrogen (N) adalah untuk merangsang
pertumbuhan tanaman secara keseluruhan, terutama pada fase vegetatif, khususnya
batang, cabang, dan daun. Selain itu, nitrogen pun berperan penting dalam
pembentukan hijau daun (klorofil) yang sangat berguna dalam proses
fotosintesis. Fungsi lainnya ialah membentuk protein, lemak, dan berbagai
persenyawaan organik lainnya. POC dengan unsur hara N
Nitrogen
menjadi sangat penting bagi tanaman pada fase vegetatif. Kekurangan hara ini
akan menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi lambat. Mula-mula daun menguning
dan mengering, lalu rontok. Daun yg menguning diawali dari daun bagian bawah,
lalu disusul daun bagian atas.
Pupuk
organik cair menggunakan bahan utama gulma babadotan yang banyak mengandung
unsur hara N dan bersimbiosis dengan bintil akar legum yang berfungsi sebagai
pengikat unsur hara N dengan demikian pupuk organik cair ini berfungsi untuk
merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan, terutama pada fase
vegetatif, khususnya batang, cabang, dan daun. Untuk pembentukan hijau
daun (klorofil) yang sangat berguna dalam proses fotosintesis. Untuk membentuk
protein, lemak, dan berbagai persenyawaan organik lainnya.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Dari hasil
praktikum ini dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut :
1.
Dalam
pertumbuhannya tanaman memerlukan tiga unsur hara penting, yaitu nitrogen (N),
fosfat (P), dan kalium (K).
2.
Pupuk organik merupakan pupuk yang bahannya berasal dari bahan organik
seperti: tanaman, hewan ataupun limbah organik.
3.
Pupuk cair organik merupakan
pupuk organik yang berbentuk cair yang digunakan untuk menyuburkan tanah/
memberikan unsur hara bagi tanaman.
4.
Pupuk
organik cair menggunakan bahan utama gulma babadotan banyak mengandung unsur
hara N sampai 6,66 %.
5.
Fungsi
nitrogen (N) bagi tanaman berfungsi merangsang pertumbuhan tanaman secara
keseluruhan, terutama pada fase vegetatif, khususnya batang, cabang, dan daun.
Saran
Jaga
keakraban antara praktikan dan asdos. Sebelum mulai praktikum awali do’a dan
akhiri do’a.
DAFTAR PUSTAKA.
Purwowidodo
1992. Mikrobiologi Dalam Pertanian. Agronomi
Pertanian UNPAR, Palangkaraya.
Syefani dan Lilia
dalam Mufida, 2013: 15 . Pupuk Organik Cair dan Mikro
Organisme Lokal. Jakarta: PT Agromedia Pustaka.
Hadisuwito,
2007: 14. Pupuk Organik Cair sebagai
pemicu siklus kehidupan dalam bioreaktor tanaman. Gajah Mada
University Yogyakarta.
Suriadikarta. 2006.Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Jawa
Barat: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian




