Translate

Selasa, 27 Desember 2016

MOL ampas kelapa




PENDAHULUAN
Latar Belakang
MOL adalah cairan hasil fermentasi yang mengandung mikroorganisme hasil produksi sendiri dari bahan-bahan alami yang tersedia disekeliling kita.  Bahan-bahan tersebut merupakan tempat yang disukai oleh mikroorganisme sebagai media untuk hidup dan berkembangnya mikroorganisme yang berguna dalam mempercepat penghancuran bahan-bahan organik (dekomposer) atau sebagai tambahan nutrisi bagi tanaman. Selain itu MOL dapat juga berperan sebagai pestisida hayati karena kemampuanya dalam mengendalikan beberapa
macam organisme pengganggu tanaman (OPT) (
Parnata, 2004).
MOL juga diindikasikan mengandung zat perangsang tumbuh / fitohormon yang berperan dalam memacu pertumbuhan tanaman seperti hormon Auksin, Giberelin dan Sitokinin Kompos merupakan pupuk yang sering diaplikasikan ke lahan, dan  untuk membantu proses dekomposisi bahan-bahan organik menjadi kompos, diperlukan bahan-bahan dekomposer (Hadinata, 2006).
Mikroorganisme Lokal dapat bersumber dari bermacam-macam bahan lokal, antara lain urin sapi, batang pisang, daun gamal, buah-buahan, nasi basi, sampah rumah tangga, rebung bambu, serta rumput gajah dan dapat berperan dalam proses pengelolaan limbah ternak, baik limbah padat untuk dijadikan kompos, serta limbah cair ternak untuk dijadikan bio-Urine (Sutari, 2010).
Sumber karbohidrat pembuatan MOL pada penelitian ini yaitu menggunakan, Bonggol pisang mengandung gizi yang  cukup tinggi dengan komposisi yang lengkap, mengandung karbohidrat (66%),  mempunyai kandungan kadar protein 4,35%, sumber mikroorganisme pengurai bahan organik atau dekomposer (Munadjim, 1983).
Pupuk organik cair (POC) adalah larutan dari pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan, dan manusia yang kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur. Kelebihan dari pupuk organik ini adalah dapat secara cepat mengatasi defesiensi hara, tidak masalah dalam pencucian hara, dan mampu menyediakan hara secara cepat. Salah satu pupuk organik cair adalah MOL (Mikro Organisme Lokal). Hasil dari MOL yang dibuat berupa larutan. Larutan MOL dapat digunakan sebagai dekomposer karena larutan MOL mengandung bakteri yang berpotensi merombak bahan organik. Akan tetapi Larutan mol juga mengandung unsur hara mikro dan unsur hara makro. Dengan adanya MOL, maka akan memudahkan petani dalam menggunakan pupuk cair yang bersifat organik dan murah sehingga penggunaan pupuk kimia akan berkurang. Berdasarkan uraian di atas, maka perlu dilakukan percobaan mengenai pembuatan MOL sebagai upaya untuk mengurangi dampak yang dapat ditimbulkan oleh pupuk kimia. (Suriadikarta, 2006).

Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum ini diharapkan mahasiswa dapat mengetahui berbagai macam MOL yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil pertanian serta dapat membuat MOL dari berbagaima tambahan yang merupakan limbah dari hasil pertanian.



TINJAUAN PUSTAKA
Mikroorganisme merupakan makhluk hidup yang sangat kecil dengan kemampuan sangat penting dalam kelangsungan daur hidup biota di dalam biosfer.Mikroorganisme mampu melaksanakan kegiatan atau reaksi biokimia untuk melangsungkan perkembangbiakan sel. Mikroorganisme digolongkan ke dalam golongan protista yang terdiri dari bakteri, fungi, protozoa, dan algae Mikroorganisme menguraikan bahan organik dansisa–sisa jasad hidup menjadi unsur-unsur yang lebih sederhana. Mikroorganisme mempunyai fungsi sebagai agen  proses biokimia dalam pengubahan  senyawa organik menjadi senyawa anorganik yang berasal dari sisa tanaman dan hewan (Sumarsih, 2003)..
 Mikroorganisme lokal (MOL) adalah mikroorganisme yang dimanfaatkan sebagai starter dalam pembuatan pupuk organik padat maupun pupuk cair.  Bahan utama MOL terdiri dari beberapa  komponen yaitu karbohidrat, glukosa, dan sumber mikroorganisme.  Bahan dasar untuk fermentasi larutan MOL dapat berasal dari hasil pertanian, perkebunan, maupun limbah organik rumah tangga. Karbohidrat sebagai sumber nutrisi untuk mikroorganisme dapat diperoleh dari limbah organik seperti air cucian beras, singkong, gandum, rumput gajah, dan daun gamal.  Sumber glukosa berasal dari cairan gula merah, gula pasir, dan air kelapa, serta sumber mikroorganisme berasal dari kulit buah yang sudah busuk, terasi, keong, nasi basi, dan urin sapi (Hadinata, 2006).
Menurut Fardiaz (1992), semua mikroorganisme yang tumbuh pada    bahan-bahan tertentu membutuhkan bahan organik untuk pertumbuhan dan proses metabolisme.  Mikroorganisme yang tumbuh dan berkembang pada suatu bahan dapat menyebabkan berbagai perubahan pada fisik maupun komposisi kimia, seperti adanya perubahan warna, pembentukan endapan, kekeruhan, pembentukan gas, dan bau asam
Larutan MOL adalah larutan hasil fermentasi yang berbahan dasar dari berbagai sumberdaya yang tersedia setempat. Larutan MOL mengandung unsur mikro dan makro dan juga mengandung bakteri yang berpotensi sebagai perombak bahan organik, perangsang tumbuhan, dan sebagai agens pengendali hama dan penyakit tanaman, sehingga MOL dapat digunakan baik sebagai pendekomposer pupuk hayati dan sebagai pestisida organic terutama sebagai fungisida. Salah satu activator yang cukup murah adalah larutan MOL (Mikro Organisme Lokal). Tiga bahan utama dalam larutan MOL:
1. Karbohidrat.
Bahan ini dibutuhkan bakteri/ mikroorganisme sebagai sumber energi. Untuk menyediakan karbohidrat bagi mikroorganisme bisa diperoleh dari air cucian beras, nasi bekas/ nasi basi, singkong, kentang, gandum, dedak/ bekatul dll.
2. Glukosa.
Bahan ini juga sebagai sumber energi bagi mikroorganisme yang bersifat spontan (lebih mudah dimakan mereka). Glukosa bisa didapat dari gula pasir, gula merah, molases, air gula, air kelapa, air nira dll.
3.    Sumber Bakteri (mikroorganisme lokal).
Bahan yang mengandung banyak mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanaman antara lain buah-buahan busuk, sayur-sayuran busuk, keong mas, nasi, rebung bambu, bonggol pisang, urine kelinci, pucuk daun labu, tapai singkong dan buah maja. Biasaya dalam MOL tidak hanya mengandung 1 jenis mikroorganisme tetapi beberapa mikroorganisme diantaranya Rhizobium sp, Azospirillium sp, Azotobacter sp, Pseudomonas sp, Bacillus sp dan bakteri pelarut phospat (Purwasasmita,  2009).























BAHAN DAN METODE
Bahan dan Alat
Bahan
Bahan  pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.      Ampas kelapa 5kg
2.      Air kelapa 5 liter
3.      Gula merah
4.      2 sdm Nitrobakter EM4
5.      Plastik hitam besar
Alat
Alat  pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.      Pisau
2.      Talenan
3.      Ember
4.      Karet ban bekas
5.      Pengaduk

Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilakukan pada hari Senin, 21 November 2016. Pada pukul 07.30 - selesai. Tempat di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.



Prosedur Kerja
Prosedur kerja pada praktikum ini adalah sebagai berikut:
1.      Sediakan alat dan bahan
2.      Ampas kelapa dimasukkan kedalam ember.
3.      Potong hingga halus gula merah dan kemudian larutkan pada sebagian kecil air kelapa, kemudian tambahkan 2 sdm nitro bacter/EM4 dan diaduk.
4.      Masukkan larutan air kelapa yang sudah dilarutkan kedalam ember yang berisi ampas kelapa dan diaduk rata
5.      Tutup rapat ember dan lapisi dengan plastik hitam dan ikat dengan tali karet. Diamkan selama 15 hari agar terfermentasi merata.










HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Hasil dari praktikum ini berupa data pengamatan yang dapat dilihat pada beberapa tabel berikut :
Tabel 1. Proses Pembuatan Mol Ampas Kelapa
No
Keterangan
Gambar
1
Ampas kelapa dimasukan kedalam ember
2
Memasukan air kelapa kedalam ember yang berisi ampas kelapa
3
Mencampurkan gula merah dan Nitrobakter EM4 kedalam botol yang berisi air kelapa kemudian di kocok hingga larut
4
Mencampur sekaligus mengaduk semua bahan yang telah dimasukan kedalam ember hingga merata
5
Menutup hasil pembuatan MOL ampas kelapa dengan plastik hitam besar dan diikat kuat dengan karet


Pembahasan
MOL (Mikro Organisme Lokal) yang dibuat pada praktikum kali ini berasal dari limbah berupa ampas kelapa. Semakin busuk dan halus ampas kelapa yang akan difermentasikan maka akan semakin cepat untuk terurai sehingga akan lebih cepat menjadi MOL. Untuk mempercepat penguraian di dalam larutan MOL, maka ditambahkan sumber makanan bagi bakteri yang terdapat dalam larutan MOL. Sumber makanan dapat berupa glukosa dan karbohidrat. yang digunakan dalam praktikum ini sebagai sumber makanan bagi bakteri adalah gula merah. Sumber makanan digunakan bakteri sebagai energi dalam dekomposer limbah yang akan dijadikan MOL.
Pemberian (gula merah yang telah dicairkna), pemberian ini diberikan kedalam ember yang telah berisi ampas kelapa . Fungsi dari larutan molases ini sebagai makanan awal bagi mikroba yang akan bekerja menguraikan bahan-bahan yang akan dibuat pupuk organik cair.
Adapun manfaat dari MOL adalah sebagai penyedia ketersediaan unsur hara yang sangat cepat karena udah berupa larutan, dapat disemprotkan langsung oleh tanaman, sehingga diserap melalui dedaunan tanaman, dapat digunakan sebagi dekomposer dalam pengomposan, mengendalikan hama dan penyakit dan tanaman, mengurangi penggunaan pestisida yang dapat menurunkan kualitas tanaman dan dengan adanya MOL maka buah-buahan yang busuk ataupun yang lain dapat dimanfaatkan. Sedangkan kekurangannya waktu dan tenaga kita terkorbankan untuk pembuatannya.
Fungsi pemberian EM4 untuk mengaktifkan bakteri pelarut, sehingga mampu memfermentasikan ampas kelapa dengan cepat kemudian peberian gula merah berfungsi sebagai sumber glukosa dan air kelapa yang diberikan berfungsi sebagai sumber energi . Setelah itu tutup dengan rapat agar mikroorganisme dapat naik ke atas untuk mencari sumber makan yang di hasilkan dari air gula merah, kemudian lakukan pengadukan setiap hari sekali agar mikroorganisme dapat naik semua keatas. Setelah 2 minggu Mol siap digunakan sebagai bioreaktor.
Ampas kelapa murni memiliki kadar protein kasar masih relative tinggi yaitu sebesar 11,35% dengan kadar lemak kasar 23,36%. Penggunaan ampas kelapa yang di Fermentasi sampai 12 % sangat nyata efisien, Pembuatan MOL ampas kelapa memerlukan waktu dan tenaga dan MOL sendiri dalam penerapannya memang masih kalah dengan yang sentetis  namun  juga mempunyai keunggulan kerena organik jadi ramah lingkungan.           

KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
               Dari hasil praktikum yang telah di laksanakan, maka dapat di ambil kesimpulan sebagat berikut :
1.    Bahan dasar untuk fermentasi larutan MOL dapat berasal dari hasil pertanian, perkebunan, maupun limbah organik rumah tangga.
2.    MOL (Mikro Organisme Lokal) merupakan pemanfaatan bakteri yang bermanfaat di sekitar yang berguna sebagai dekomposer. MOL dapat berasal dari hasil pembusukan yang telah difermentasikan. Semakin busuk dan halus bahan yang difermentasikan maka akan semakin cepat menjadi MOL
3.    MOL berperan terhadap kesuburan tanaman karena memiliki kandungan unsur hara mikro dan makro.
4.    MOL juga dapat digunakan dalam pengomoposan yang berfungsi sebagai mempercepat dekomposer.
5.    Peran MOL dalam kompos, selain sebagai penyuplai nutrisi juga berperan sebagai komponen bioreaktor yang bertugas menjaga proses tumbuh tanaman secara optimal

Saran
Jaga keakraban antara praktikan dan asdos. Sebelum mulai praktikum awali do’a dan akhiri do’a.

DAFTAR PUSTAKA.
Fa


Tidak ada komentar:

Posting Komentar