PENDAHULUAN
Latar
Belakang
MOL adalah
cairan hasil fermentasi yang mengandung mikroorganisme hasil produksi sendiri
dari bahan-bahan alami yang tersedia disekeliling kita. Bahan-bahan
tersebut merupakan tempat yang disukai oleh mikroorganisme sebagai media untuk
hidup dan berkembangnya mikroorganisme yang berguna dalam mempercepat
penghancuran bahan-bahan organik (dekomposer) atau sebagai tambahan nutrisi
bagi tanaman. Selain itu MOL dapat juga berperan sebagai pestisida hayati
karena kemampuanya dalam mengendalikan beberapa
macam organisme pengganggu tanaman (OPT) (Parnata, 2004).
macam organisme pengganggu tanaman (OPT) (Parnata, 2004).
MOL juga
diindikasikan mengandung zat perangsang tumbuh / fitohormon yang berperan dalam
memacu pertumbuhan tanaman seperti hormon Auksin, Giberelin dan Sitokinin
Kompos merupakan pupuk yang sering diaplikasikan ke lahan, dan untuk
membantu proses dekomposisi bahan-bahan organik menjadi kompos, diperlukan
bahan-bahan dekomposer (Hadinata, 2006).
Mikroorganisme
Lokal dapat bersumber dari bermacam-macam bahan lokal, antara lain urin sapi,
batang pisang, daun gamal, buah-buahan, nasi basi, sampah rumah tangga, rebung
bambu, serta rumput gajah dan dapat berperan dalam proses pengelolaan limbah
ternak, baik limbah padat untuk dijadikan kompos, serta limbah cair ternak
untuk dijadikan bio-Urine (Sutari, 2010).
Sumber
karbohidrat pembuatan MOL pada penelitian ini yaitu menggunakan, Bonggol pisang
mengandung gizi yang cukup tinggi dengan
komposisi yang lengkap, mengandung karbohidrat (66%), mempunyai kandungan kadar protein 4,35%, sumber
mikroorganisme pengurai bahan organik atau dekomposer (Munadjim, 1983).
Pupuk organik cair (POC)
adalah larutan dari pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa
tanaman, kotoran hewan, dan manusia yang kandungan unsur haranya lebih dari
satu unsur. Kelebihan dari pupuk organik ini adalah dapat secara cepat
mengatasi defesiensi hara, tidak masalah dalam pencucian hara, dan mampu
menyediakan hara secara cepat. Salah satu pupuk organik cair adalah MOL (Mikro
Organisme Lokal). Hasil dari MOL yang dibuat berupa larutan. Larutan MOL
dapat digunakan sebagai dekomposer karena larutan MOL mengandung bakteri yang
berpotensi merombak bahan organik. Akan tetapi Larutan mol juga mengandung
unsur hara mikro dan unsur hara makro. Dengan adanya
MOL, maka akan memudahkan petani dalam menggunakan pupuk cair yang bersifat
organik dan murah sehingga penggunaan pupuk kimia akan berkurang. Berdasarkan
uraian di atas, maka perlu dilakukan percobaan mengenai pembuatan MOL sebagai
upaya untuk mengurangi dampak yang dapat ditimbulkan oleh pupuk kimia. (Suriadikarta, 2006).
Tujuan
Praktikum
Tujuan
dari praktikum ini diharapkan mahasiswa dapat mengetahui berbagai macam MOL
yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil pertanian serta dapat membuat MOL
dari berbagaima tambahan yang merupakan limbah dari hasil pertanian.
TINJAUAN
PUSTAKA
Mikroorganisme
merupakan makhluk hidup yang sangat kecil dengan kemampuan sangat penting dalam
kelangsungan daur hidup biota di dalam biosfer.Mikroorganisme mampu
melaksanakan kegiatan atau reaksi biokimia untuk melangsungkan perkembangbiakan
sel. Mikroorganisme digolongkan ke dalam golongan protista yang terdiri dari
bakteri, fungi, protozoa, dan algae Mikroorganisme menguraikan bahan organik
dansisa–sisa jasad hidup menjadi unsur-unsur yang lebih sederhana. Mikroorganisme
mempunyai fungsi sebagai agen proses biokimia dalam pengubahan
senyawa organik menjadi senyawa anorganik yang berasal dari sisa tanaman dan
hewan (Sumarsih, 2003)..
Mikroorganisme lokal (MOL) adalah
mikroorganisme yang dimanfaatkan sebagai starter dalam pembuatan pupuk organik
padat maupun pupuk cair. Bahan utama MOL terdiri dari beberapa
komponen yaitu karbohidrat, glukosa, dan sumber mikroorganisme. Bahan
dasar untuk fermentasi larutan MOL dapat berasal dari hasil pertanian,
perkebunan, maupun limbah organik rumah tangga. Karbohidrat sebagai sumber
nutrisi untuk mikroorganisme dapat diperoleh dari limbah organik seperti air
cucian beras, singkong, gandum, rumput gajah, dan daun gamal. Sumber
glukosa berasal dari cairan gula merah, gula pasir, dan air kelapa, serta
sumber mikroorganisme berasal dari kulit buah yang sudah busuk, terasi, keong,
nasi basi, dan urin sapi (Hadinata, 2006).
Menurut
Fardiaz (1992), semua mikroorganisme yang tumbuh pada
bahan-bahan tertentu membutuhkan bahan organik untuk pertumbuhan dan proses
metabolisme. Mikroorganisme yang tumbuh dan berkembang pada suatu bahan
dapat menyebabkan berbagai perubahan pada fisik maupun komposisi kimia, seperti
adanya perubahan warna, pembentukan endapan, kekeruhan, pembentukan gas, dan
bau asam
Larutan MOL
adalah larutan hasil fermentasi yang berbahan dasar dari berbagai sumberdaya
yang tersedia setempat. Larutan MOL mengandung unsur mikro dan makro dan juga
mengandung bakteri yang berpotensi sebagai perombak bahan organik, perangsang
tumbuhan, dan sebagai agens pengendali hama dan penyakit tanaman, sehingga MOL
dapat digunakan baik sebagai pendekomposer pupuk hayati dan sebagai pestisida
organic terutama sebagai fungisida. Salah satu activator yang cukup murah
adalah larutan MOL (Mikro Organisme Lokal). Tiga bahan utama dalam larutan MOL:
1. Karbohidrat.
Bahan ini
dibutuhkan bakteri/ mikroorganisme sebagai sumber energi. Untuk menyediakan
karbohidrat bagi mikroorganisme bisa diperoleh dari air cucian beras, nasi
bekas/ nasi basi, singkong, kentang, gandum, dedak/ bekatul dll.
2. Glukosa.
2. Glukosa.
Bahan ini
juga sebagai sumber energi bagi mikroorganisme yang bersifat spontan (lebih
mudah dimakan mereka). Glukosa bisa didapat dari gula pasir, gula merah,
molases, air gula, air kelapa, air nira dll.
3.
Sumber Bakteri (mikroorganisme lokal).
Bahan yang
mengandung banyak mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanaman antara lain
buah-buahan busuk, sayur-sayuran busuk, keong mas, nasi, rebung bambu, bonggol
pisang, urine kelinci, pucuk daun labu, tapai singkong dan buah maja. Biasaya
dalam MOL tidak hanya mengandung 1 jenis mikroorganisme tetapi beberapa
mikroorganisme diantaranya Rhizobium sp, Azospirillium sp, Azotobacter sp,
Pseudomonas sp, Bacillus sp dan bakteri pelarut phospat (Purwasasmita, 2009).
BAHAN
DAN METODE
Bahan dan Alat
Bahan
Bahan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Ampas kelapa 5kg
2. Air kelapa 5 liter
3. Gula merah
4. 2 sdm Nitrobakter EM4
5. Plastik hitam besar
Alat
Alat
pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Pisau
2. Talenan
3. Ember
4. Karet ban bekas
5. Pengaduk
Waktu
dan Tempat
Praktikum
ini dilakukan pada hari Senin, 21 November 2016. Pada pukul 07.30 - selesai. Tempat
di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.
Prosedur
Kerja
Prosedur
kerja pada praktikum ini adalah sebagai berikut:
1.
Sediakan alat dan bahan
2.
Ampas kelapa dimasukkan kedalam
ember.
3.
Potong hingga halus gula merah dan
kemudian larutkan pada sebagian kecil air kelapa, kemudian tambahkan 2 sdm
nitro bacter/EM4 dan diaduk.
4.
Masukkan larutan air kelapa yang
sudah dilarutkan kedalam ember yang berisi ampas kelapa dan diaduk rata
5.
Tutup rapat ember dan lapisi dengan
plastik hitam dan ikat dengan tali karet. Diamkan selama 15 hari agar terfermentasi
merata.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Hasil dari praktikum ini berupa data pengamatan yang dapat dilihat pada
beberapa tabel berikut :
Tabel 1. Proses Pembuatan Mol Ampas
Kelapa
|
No
|
Keterangan
|
Gambar
|
|
1
|
Ampas
kelapa dimasukan kedalam ember
|
![]() |
|
2
|
Memasukan
air kelapa kedalam ember yang berisi ampas kelapa
|
![]() |
|
3
|
Mencampurkan
gula merah dan Nitrobakter EM4 kedalam botol yang berisi air kelapa kemudian
di kocok hingga larut
|
![]() |
|
4
|
Mencampur
sekaligus mengaduk semua bahan yang telah dimasukan kedalam ember hingga
merata
|
![]() |
|
5
|
Menutup
hasil pembuatan MOL ampas kelapa dengan plastik hitam besar dan diikat kuat
dengan karet
|
![]() |
Pembahasan
MOL (Mikro
Organisme Lokal) yang dibuat pada praktikum kali ini berasal dari limbah berupa
ampas kelapa. Semakin busuk dan halus ampas kelapa yang akan difermentasikan
maka akan semakin cepat untuk terurai sehingga akan lebih cepat menjadi MOL.
Untuk mempercepat penguraian di dalam larutan MOL, maka ditambahkan sumber
makanan bagi bakteri yang terdapat dalam larutan MOL. Sumber makanan dapat
berupa glukosa dan karbohidrat. yang digunakan dalam praktikum ini sebagai
sumber makanan bagi bakteri adalah gula merah. Sumber makanan digunakan bakteri
sebagai energi dalam dekomposer limbah yang akan dijadikan MOL.
Pemberian (gula merah yang telah dicairkna), pemberian ini diberikan
kedalam ember yang telah berisi ampas kelapa . Fungsi dari larutan molases ini
sebagai makanan awal bagi mikroba yang akan bekerja menguraikan bahan-bahan
yang akan dibuat pupuk organik cair.
Adapun manfaat dari MOL adalah sebagai penyedia ketersediaan unsur hara yang sangat cepat karena udah berupa
larutan, dapat disemprotkan langsung oleh tanaman, sehingga diserap melalui
dedaunan tanaman, dapat digunakan sebagi dekomposer dalam pengomposan, mengendalikan
hama dan penyakit dan tanaman, mengurangi penggunaan pestisida yang dapat
menurunkan kualitas tanaman dan dengan adanya MOL maka buah-buahan yang busuk
ataupun yang lain dapat dimanfaatkan. Sedangkan kekurangannya waktu dan
tenaga kita terkorbankan untuk pembuatannya.
Fungsi
pemberian EM4 untuk mengaktifkan bakteri pelarut, sehingga mampu
memfermentasikan ampas kelapa dengan cepat kemudian peberian gula merah
berfungsi sebagai sumber glukosa dan air kelapa yang diberikan berfungsi
sebagai sumber energi . Setelah itu tutup dengan rapat agar mikroorganisme
dapat naik ke atas untuk mencari sumber makan yang di hasilkan dari air gula
merah, kemudian lakukan
pengadukan setiap hari sekali agar mikroorganisme dapat naik semua keatas.
Setelah 2 minggu Mol siap digunakan sebagai bioreaktor.
Ampas kelapa murni memiliki kadar
protein kasar masih relative tinggi yaitu sebesar 11,35% dengan kadar lemak
kasar 23,36%. Penggunaan ampas kelapa yang di Fermentasi sampai 12 % sangat
nyata efisien, Pembuatan MOL ampas kelapa memerlukan waktu dan tenaga dan MOL
sendiri dalam penerapannya memang masih kalah dengan yang sentetis namun
juga mempunyai keunggulan kerena organik jadi ramah lingkungan.
KESIMPULAN
DAN SARAN
Kesimpulan
Dari hasil praktikum yang telah
di laksanakan, maka dapat di ambil kesimpulan sebagat berikut :
1.
Bahan dasar untuk fermentasi larutan MOL
dapat berasal dari hasil pertanian, perkebunan, maupun limbah organik rumah
tangga.
2. MOL (Mikro
Organisme Lokal) merupakan pemanfaatan bakteri yang bermanfaat di sekitar yang
berguna sebagai dekomposer. MOL dapat berasal dari hasil pembusukan yang telah
difermentasikan. Semakin busuk dan halus bahan yang difermentasikan maka akan
semakin cepat menjadi MOL
3. MOL berperan
terhadap kesuburan tanaman karena memiliki kandungan unsur hara mikro dan
makro.
4. MOL juga
dapat digunakan dalam pengomoposan yang berfungsi sebagai mempercepat
dekomposer.
5. Peran MOL
dalam kompos, selain sebagai penyuplai nutrisi juga berperan sebagai komponen
bioreaktor yang bertugas menjaga proses tumbuh tanaman secara optimal
Saran
Jaga
keakraban antara praktikan dan asdos. Sebelum mulai praktikum awali do’a dan
akhiri do’a.
DAFTAR PUSTAKA.
Fa





Tidak ada komentar:
Posting Komentar